Media Dan Pasar Modal

w-media

Sejak revolusi digital, mendadak banyak media online yang bermunculan. Jumlahnya ratusan dan memuat berita yang sering kali kontroversial. Para pelaku pasar, menjadikan media khususnya yang kredibel sebagai sumber informasi utama tentang kondisi pasar yang riil. Secara tidak langsung media punya power atas persepsi pasar yang mengandalkannya sebagai sumber informasi. Manusia yang notabene tidak rasional 100% seringkali ‘dikerjai’ oleh copywriter yang pandai merangkai judul artikel yang membangkitkan rasa ingin tahu.

Penelitian Tetlock pada tahun 2007 mencari tahu hubungan antara konten pada media dan aktivitas di pasar. Mengambil sampel dari kolom Abreast of the Market di Wall Street Journal. Ketika kolom tersebut menerbitkan artikel yang menghasilkan emosi negatif dan pesimisme dengan tingkat yang tinggi maka akan terjadi tekanan pada nilai pasarnya, namun disusul dengan perbaikan nilai yang mengikuti nilai fundamentalnya beberapa hari kemudian. Artinya adalah berita tersebut memiliki pengaruh yang bersifat sementara. Penelitian ini juga menemukan di hari ketika media mengeluarkan artikel dengan tendensi negatif yang sangat tinggi atau sangat rendah, transaksi pasar akan meningkat. Pelaku pasar tergerak melakukan perdagangan atas artikel-artikel dari media tersebut.

Selanjutnya penelitian pada tahun 2015 oleh Brandon, Hemmens, dan Trepanier mencari tahu hubungan antara konten media yang memiliki tendensi bahwa pasar sedang irasional dengan aktivitas perdagangan di pasar. Maksudnya pasar irasional adalah ketika media mengeluarkan konten dengan kata kunci seperti crazy, insane, childish, paranoid, dll. Hasilnya ketika kata-kata dengan tendensi irasional tersebut banyak keluar di media, 3 hari kemudian pasar akan turun namun disusul juga perbaikan berdasarkan fundamentalnya. Yang menarik adalah kenapa penurunannya baru terjadi setelah 3 hari? Hal ini dikarenakan kata-kata dengan konotasi irasional seperti anxious, insane, childish, dll lebih kompleks dan susah diterjemahkan investor.

Dari kedua penelitian itu dapat disimpulkan bahwa media dapat mempengaruhi pasar secara sementara dengan pemilihan kata-katanya. Yang jadi masalah adalah saat ini pasar dimanjakan dengan teknologi perdagangan yang memungkinkan high frequency trading dan lewat sosial media berita juga dapat menyebar dengan cepat. Bagaimana cara investor dapat membedakan rumor palsu dengan berita yang kredibel dengan cepat agar dapat menyesuaikan reaksinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s