Balada Gorengan Terkahir Dan Moral Pancasila

Gorengan Terkahir

Ada satu hal irasional yang sering terjadi dalam setiap kegiatan berkumpul. Utamanya adalah jikalau ketika berkumpul tersebut disediakan gorengan sebagai kudapan sebagai teman ngobrol. Ya kita tau, gorengan memang salah satu kudapan paling endonesah yang sering disediakan dalam berbagai macam pertemuan. Dari arisan tingkat RT sampai konfrensi tingkat menteri.

Apa hal irasional yang dimaksud? Selalu ketika para hadirin pertemuan tersebut ngobrol, mereka sambil mengudap gorengan yang disediakan. Nah, tapi ada hal aneh yang perlu diperhatikan. Pasti gorengan di piring yang sudah disediakan tidak akan habis tuntas, pasti ada 1 gorengan terkahir yang tidak disentuh siapapun. Gorengan terakhir ini jadi hal yang tabu. Kenapa yah?

Tapi saya berani berargumentasi bahwa sebaik-baiknya orang adalah orang yang menyisakan gorengan terakhir.

Dia Peduli

Dia peduli pada orang yang mungkin belum kebagian gorengan. Dia peduli mungkin ada teman disekitarnya yang masih lapar, belum sempat menyumpal rasa laparnya dengan gorengan yang dihidangkan.

Dia Mawas Diri

Dengan menyisakan gorengan berarti dia sadar bahwa dirinya tinggal dilingkungan komunal yang mana dia harus bisa menempatkan diri dalam komunitasnya. Tindakan egois dengan menghabiskan gorengan tidaklah tepat dalam hidup berkomunitas. Orang mawas diri seperti inilah yang sangat ideal dijadikan pemimpin.

Dia Menghormati Sang Pemberi

Biasanya orang menyisakan gorengan terakhir dengan maksud gorengan terakhir tersebut agar dimakan oleh yang membeli gorengan. Biarlah yang mengeluarkan uang yang paling banyak mengkonsumsi gorengan, hal yang fair. Sikap menghormati ini jika ditarik ke scope yang lebih luas bisa diartikan dia menghormati Sang Pemberi Kehidupan, Tuhan YME sendiri. Sangat Pancasilais.

Dari 3 hal tersebut bisa disimpulkan bahwa perbuatan menyisakan gorengan adalah salah satu pengejawantahan moral pancasila yang dijunjung bangsa Indonesia. Maka banggalah sebagai pengkonsumsi gorengan yang tau diri kawan!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s