Don’t be taxi, be ‘Ojek’

image

Tentu saja, saya lebih suka naik taksi ketimbang naik ojek. Satu karena lebih nyaman ada AC dan tertutup, dan kedua pelayanannya lebih profesional ketimbang ojek karena dikelola oleh perusahaan yang jelas. Tapi ada satu hal yang perlu di contoh perusahaan taksi dari tukang ojek.

Satu hal yang paling menyebalkan di taksi adalah argo. Melihat argo terus bertambah sepanjang perjalanan bisa menjadi pengalaman pahit.

Well, ternyata perasaan saya ini bukan hanya perasaan saja. Sebuah studi di Carnegie Mellon University mengamini hal ini. Membayar sesuatu mengaktifkan area di otak yang sama dengan area yang aktif ketika kamu merasa sakit secara fisik.

Dibandingkan dengan tukang ojek yang cara pembayarannya tidak ditentukan argo, melainkan deal di awal. Tentu naik taksi lebih ‘menyakitkan’, pain yang didapat berulang-ulang karena argo terus bertambah. Sedangkan dengan ojek pain yang dirasa hanya sekali, disaat deal ongkos diawal.

Sepertinya hal ini juga yang menyebabkan netflix menang dari competitornya, karena strategi pay once and you can watch all.

Strategi pricing yang pas bukan saja akan memboost sales, tapi orang juga lebih memilih menghindari pain tersebut. Bundling salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari pain ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s