Zen and the Art of Watching Kobo Chan

Hari minggu jam 7:30 di RCTI tahun 90an. Saya inget banget. Kobo chan ditayangkan pada jam segitu.

Kobo chan, seorang anak yang biasa aja dari keluarga yang biasa aja dan dari lingkungan yang biasa juga. Kenapa kartun ini bisa sangat ngangenin yah?

Hmm, gak tau sih. Mungkin slice of life memang salah satu genre kesukaan saya. Serunya kobo chan itu, dia bisa menangkap sesuatu yang lucu dari hal yang tiap hari terjadi.

Saya ingat satu episode ketika Sanae (ibu Kobo) di goda temannya saat reuni, kalau hidupnya biasa saja dan itu saatnya untuk berubah. Ketika pulang dia sedih karena sadar hidupnya tidak luar biasa. Ketika menangis Koji (ayah Kobo) merangkul dan menanyakan apa yan terjadi. Seketika itu juga Sanae sadar bahwa hidupnya sudah lengkap dengan keluarganya tak ada yang kurang.

Agak gimana gitu ketika nonton episode itu. Well, hidup memang harus selalu diubah menjadi lebih baik. Tapi itu bukan alasan untuk tidak puas pada kehidupan sekarang, cukup sandang, papan, pangan dan keluarga yang harmonis sudah lebih dari cukup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s