Apa Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Ekonomi (Broken Glass Parable)

image

Bisa dibilang ekonomi adalah cabang ilmu yang paling banyak memiliki sesat pikir (fallacy). Ini bukan kebetulan, karena banyaknya faktor dan kelompok yang dipengaruhi oleh ekonomi. Suatu kebijakan publik bisa saja dari tampak luar keliatan akan memberikan keuntungan pada semua kelompok, tapi nyatanya pada jangka panjang hanya menguntungkan satu kelompok.

Frederic Bastiat, seorang ekonom dari Perancis mempunyai analogi menarik tentang hal ini. Analogi ini dapat menggambarkan apa yang salah dengan pola pikir orang kebanyakan.

Ada sebuah toko roti yang berada dipinggir jalan, tokonya selalu ramai pada siang hari. Namun tiba-tiba ada seorang anak kecil nakal yang melemparkan batu dengan kencang ke kaca toko itu, dan akhirnya kaca tersebut pecah. Pemilik toko langsung keluar dan mencoba mengejar anak itu, namun sia-sia anak tersebut sudah hilang di kerumunan orang. Pemilik toko pun terpaksa mengganti kacanya, dia menelpon tukang kaca di daerahnya. Setelah sedikit negosiasi dengan tukang kaca tersebut akhirnya mereka sepakat mengganti kaca di harga Rp 800.000. Hari selanjutnya tukan kaca datang ke toko roti tersebut dan dalam waktu 3 jam kaca baru telah terpasang dengan baik. Dan tukang roti dapat mengoperasikan tokonya seperti sedia kala.

Secara sepintas kelihatannya anak nakal itu berjasa dalam pergerakan ekonomi di daerah itu. Karena karena kaca dipecahkan maka tukan roti mesti membeli kaca baru seharaga Rp 800.000, sehingga tukang kaca mempunyai keuntungan dari menjual kaca ke tukang roti itu. Keuntungan itu bisa tukang kaca belanjakan makanan, mainan untuk anaknya, dan lain-lain.

image

Mungkin anak nakal tersebut perlu diberi penghargaan karena telah menggerakan ekonomi. Disinilah sesat pikir itu terjadi. Bagaimana jika tukang roti tadi sebelumnya mempunyai rencana membeli baju seharga Rp 800.000, sekarang dia mengurungkan niatnya karena uangnya telah dipakai membeli kaca. Akhirnya yang paling dirugikan adalah tukang roti, dia yang seharusnya sekarang mempunyai kaca dan baju baru sekarang hanya mempunyai kaca saja.

Jadi apakah perang menguntungkan? Coba ganti tukang roti = pembayar pajak, anak kecil nakal = pemerintah, tukang kaca = industri militer. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun jembatan, sekolah, rumah sakit sekarang habis untuk berperang.

Selain itu program stimulus, penggunaan mesin pada industri, upah minimum, dan lain-lain juga memiliki sesat pikir. Para pengambil kebijakan harus melihat efek tak terlihatnya juga untuk mengambil pilihan yang tepat.

image

See Youuuuu!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s